Farhat Tak Berniat Bicara Dengan Henry Yosodiningrat

0
164
Kapanlagi.com – Kicauan Farhat Abbas di Twitter lagi-lagi berbuntut perkara. Kali ini ia bersinggungan dengan pengacara yang juga merangkap anggota DPR RI, Henry Yosodiningrat. Dalam kicauannya, Farhat mengkritik Henry yang telah menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi.

Menurut Farhat, perselisihan antara dirinya dan Henry sudah sering terjadi. Henry sebagai pengacara senior sering melecehkan dirinya sebagai pengacara muda.

"Kalau berbicara sering dihina. Henry memang sering melecehkan dan menghina saya. Dia selalu menganggap dia senior saya junior. Kata-kata saya dianggap sebagai kata-kata orang gak berilmu. Pokoknya selalu melecehkanlah, terutama kalau saya menangin masalah narkoba," papar Farhat saat ditemui di pengadilan kawasan Jakarta Barat, Kebon Jeruk, Senin (27/4).

Farhat Abbas kembali berseteru karena kicauannya di Twitter ©KapanLagi.com/AgusFarhat Abbas kembali berseteru karena kicauannya di Twitter ©KapanLagi.com/Agus

Menanggapi hal ini, Farhat menyatakan tidak berniat untuk bicara dengan Henry secara langsung. Farhat menyarankan KPK untuk turun tangan menyelidiki kasus penyalahgunaan wewenang oleh Henry.

"Kalau saya dari dulu ngga pernah. Dari pertama saya masuk Jakarta memang tuh Henry selalu mempermalukan saya. Nah kalau kasusnya sekarang tentang kasus yang di Sulawesi Tenggara tentang pemakaian kop surat untuk kepentingan pribadi, saya sebagai rakyat mempersilahkan DK DPR untuk meneliti. Kalau itu terbukti maka dia bisa ditindak secara pidana, saya rasa KPK juga perlu turun tangan untuk memeriksa Henry yang telah menyalahi wewenangnya," urai Farhat.

Lebih lanjut, Farhat menyarankan Henry sebaiknya fokus pada pekerjaannya sebagai anggota DPR RI di Komisi 3. Sambil bercanda, Farhat menyebutkan bahwa ia baru menyetujui sikap Henry jika Henry mau menggunakan wewenangnya untuk membantu beberapa kepentingan pribadi Farhat.

"Yang penting ketika dia udah jadi anggota DPR gak usah lagi berkaitan dengan kerjaannya sebagai pengacara, atau apapun yang berkaitan dengan hukum. Fokus saja ngerjain tugasnya di Komisi 3. Karena bisa saja sebagai anggota komisi 3 dia langsung telpon Kapolri, telpon Kapolda dia pakai untuk kepentingan pribadi dan itu yang gak benar. Kalau untuk kepentingan Farhat nah itu baru bener….hahaha. Pokoknya kapasitas gue cuma kasih komentar ya," pungkas Farhat.

(kpl/hen/rth)
m.kapanlagi.com

HUSIK RESPOSTA